
Kisah Desa Citeko Plered: Keindahan Alam dan Warisan Budaya yang Menawan
Desa Citeko adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Desa ini memiliki sejarah panjang serta keindahan alam yang masih asri. Selain dikenal dengan suasana pedesaannya yang tenang, Citeko juga memiliki potensi budaya dan ekonomi yang menarik untuk dikulik lebih dalam.
Sejarah dan Asal-usul Desa Citeko
Desa Citeko berasal dari dua kata dalam bahasa Sunda, yaitu “Ci” yang berarti air dan “Teko” yang bisa merujuk pada tempat atau sumber mata air. Nama ini diduga berasal dari keberadaan sumber mata air alami yang menjadi ciri khas wilayah ini sejak zaman dahulu.
Menurut cerita turun-temurun, desa ini mulai berkembang seiring dengan migrasi penduduk yang mencari tempat tinggal di daerah yang subur dan memiliki sumber air yang melimpah. Seiring waktu, Citeko berkembang menjadi desa agraris dengan pertanian dan peternakan sebagai sektor utama perekonomian.
Pesona Alam Desa Citeko
Keindahan alam Citeko menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan dan udara segar. Beberapa daya tarik alam yang bisa dinikmati di desa ini antara lain:
1. Hamparan Sawah yang Hijau
Pertanian di Desa Citeko masih menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat. Hamparan sawah yang membentang luas menciptakan pemandangan hijau yang menyejukkan mata.
2. Udara Sejuk Pegunungan
Karena berada di daerah dengan ketinggian yang cukup, udara di Citeko terasa lebih sejuk dibanding daerah perkotaan. Suasana ini sangat cocok untuk melepas penat dari hiruk-pikuk kota besar.
3. Sungai dan Sumber Mata Air
Desa ini juga memiliki beberapa sumber mata air yang mengalir ke sungai-sungai kecil di sekitarnya. Air yang jernih dan segar sering dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari.
Budaya dan Tradisi di Desa Citeko
Masyarakat Citeko masih memegang teguh budaya dan tradisi leluhur mereka. Beberapa kegiatan adat dan budaya yang masih lestari antara lain:
1. Seren Taun
Seren Taun merupakan upacara adat yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen. Tradisi ini biasanya diiringi dengan berbagai kesenian khas Sunda, seperti jaipongan dan wayang golek.
2. Gotong Royong dan Kearifan Lokal
Semangat gotong royong masih sangat kental di desa ini. Warga sering mengadakan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan atau membangun fasilitas umum seperti jalan desa dan masjid.
3. Kesenian Tradisional
Beberapa warga Desa Citeko masih melestarikan kesenian tradisional seperti calung, angklung, dan kecapi suling. Musik tradisional ini sering dimainkan dalam acara-acara penting seperti pernikahan dan perayaan desa.
Potensi Ekonomi Desa Citeko
Selain pertanian, sektor ekonomi di desa ini juga berkembang dalam bidang lain, seperti:
1. Kerajinan Gerabah dan Keramik
Plered dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan gerabah dan keramik di Indonesia. Banyak warga Citeko yang terlibat dalam industri ini, baik sebagai pengrajin maupun sebagai penjual.
2. Peternakan dan Perikanan
Beberapa warga juga mengembangkan usaha peternakan ayam, sapi, dan ikan air tawar. Produk peternakan dari Citeko tidak hanya dipasarkan di wilayah Purwakarta tetapi juga ke kota-kota besar di sekitarnya.
3. Wisata Edukasi dan Agrowisata
Dengan keindahan alam dan potensi pertaniannya, Desa Citeko memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi dan agrowisata. Beberapa kelompok tani setempat sudah mulai membuka wisata petik buah dan edukasi pertanian bagi pengunjung.
BACA JUGA DISNI: Bandung Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya dan Pariwisata

Bandung Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya dan Pariwisata
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menunjukkan komitmennya melestarikan budaya dan mengintegrasikannya dengan pengembangan sektor pariwisata.
Berbagai langkah strategis telah dilakukan Pemkot Bandung untuk melestarikan budaya, mulai dari slot777 pembinaan kesenian tradisional, pelestarian cagar budaya, hingga penghargaan kepada pelaku seni.
Kota Bandung juga telah membangun infrastruktur budaya seperti Museum Kota Bandung, Bandung Creative Hub, dan Padepokan Seni Mayang Sunda, yang menjadi pusat kegiatan seni dan budaya.
Hal ini disampaikan Pj Wali Kota Bandung A. Koswara dalam wawancara dengan Tim Penilai Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2024 sebagai bagian dari proses verifikasi calon penerima penghargaan kategori Pemerintah Daerah di Balai Kota Bandung, Senin (25/11/2024).
“Kebudayaan adalah potensi utama Kota Bandung sebagai destinasi wisata unggulan. Keunikan budaya lokal ini menjadi daya tarik yang terus kami kembangkan,” katanya.
Baca Juga : Contoh Komunitas Sosial Yang Ada Dalam Masyarakat Serta Jenisnya
Pemkot Bandung menjalin sinergi yang erat dengan komunitas seni, stakeholder, dan pemerintah daerah lain untuk mendukung pemajuan kebudayaan. Melalui Sawala Pemajuan Kebudayaan dan berbagai forum koordinasi, kebijakan budaya dirumuskan secara terintegrasi dengan melibatkan pelaku budaya secara langsung.
Beberapa kolaborasi besar yang berhasil diselenggarakan di Bandung antara lain Asia Africa Festival (AAF), Bandung Great Sale, dan Braga Beken. Kegiatan ini tidak hanya mempromosikan seni dan budaya lokal tetapi juga mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Untuk memastikan keberlanjutan pemajuan budaya, Pemkot Bandung telah menetapkan berbagai regulasi, seperti Perda No. 5 Tahun 2012 tentang Pelestarian Seni Tradisional dan Perda No. 7 Tahun 2023 tentang Pemajuan Kebudayaan. Selain itu, sertifikasi tenaga kebudayaan dilakukan secara rutin untuk mencetak ahli yang kompeten.
Pemkot Bandung juga mulai memanfaatkan teknologi untuk pelestarian budaya, salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan pengembang gim untuk memperkenalkan seni dan sejarah Bandung kepada generasi muda.
Bagi Koswara, kebudayaan adalah fondasi utama pariwisata di kota ini. Seni tradisional, bahasa Sunda, dan warisan budaya lainnya menjadi ciri khas yang terus diperkuat.
“Kami ingin budaya Bandung terus hidup, beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Dengan kolaborasi lintas sektor, kami yakin kebudayaan Bandung dapat semakin dikenal, baik secara nasional maupun internasional,” ucapnya.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Kota Bandung berharap menjadi contoh dalam pelestarian budaya sekaligus memaksimalkan potensinya untuk mengembangkan pariwisata.